Selasa, 20 September 2016

Surat Yang Tak Sempat Sampai Padamu

Diposting oleh Putri Novianti di 21.08


Sejak sebulan yang lalu, aku belajar bermain gitar untuk menyiapkan lagu selamat ulang tahun versi accoustic buatmu. Selama beberapa minggu ini, aku belajar membuat kue. Agar ketika hari ini tiba, aku bisa memberikan kue buatanku sendiri untukmu. Dan beberapa hari ini, aku memilih milih hadiah yang akan kuberikan. Kubeli seminggu yang lalu, ku bungkus rapi, ku hiasi pita warna merah kesukaanmu. Aku membayangkan kejutan yang kurencanakan. Kejutan kecil bersama teman teman kita. Setelah memberikan kue dan kado ku, aku akan mengajakmu bicara, menyelesaikan semua kesalahpahaman yang membuat kita saling mendiamkan beberapa waktu ini. Sederhana saja, aku hanya ingin mengatakan kepada kamu, tidak apa jika kamu bilang kamu belum bisa membahagiakan aku sekarang. Bagiku, kehadiranmu saja sudah lebih dari bahagia. Apapun bisa kita perjuangkan berdua. Tapi jika nanti keraguan ini hadir lagi, maukah kamu meyakinkanku kembali? Karna aku ingin kamu saja. Bersamamu saja.

Sayangnya, kamu memberiku kejutan lebih dulu. Pesan yang terakhir kamu kirimkan—yang kamu bilang tidak bisa membahagiakan, harusnya sudah bisa ku pahami. Sikap mu yang akhir akhir ini terasa menjauh, juga tanda tanda lain yang harusnya bisa kubaca jelas. Kamu bertemu orang lain. Merasa nyaman, hingga akhirnya kamu memilihnya sebagai kekasihmu.

Aku sudah biasa melihatmu mencintai dan dicintai orang lain, namun haruskah sekarang ? Disaat beberapa waktu yang lalu kamu masih mengatakan bahwa kamu menyayangiku? Aku kira kita masih baik baik saja. Kita hanya mengambil jeda. Mengambil jarak agar kita bisa saling berinstrospeksi diri. Bukankah seindah apapun kata tak akan bermakna jika tak ada jeda?
Meskipun aku tak pernah kamu beri kepastian, hatiku sudah berkomitmen untuk menuju mu saja, hubungan kita memang tidak bernama, tapi bukankah ketika kita saling bilang sayang itu artinya hati kita punya arah yang sama? Meskipun setiap detiknya hatiku sering meragu, namun tak pernah terlintas keinginan untuk jatuh pada hati yang lain. Setiap kali ada hati lain yang hendak datang, bagaimana bisa kuterima jika separuh milikku telah terbawa olehmu? Bodoh bukan? Karna nyatanya aku hanyalah pelarian. Persinggahan sementara sebelum kamu menemukan dermaga baru untuk melabuhkan hati.
Aku tidak mengerti bagaimana definisi sayang menurutmu. Bagaimana bisa kemarin kamu bilang sayang dan ingin melihatku bahagia, sementara kini kamu bahagia bersama orang lain? Padahal kamu tahu jika aku disini, sedang menangisi kepergianmu.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFoVsZnj06UP1J8pruLx-k24q5Fj-BztzmsNftvWUrUgKRjwszyEfyKhC1eUfE52v7dyJcUolLpJ8ulJe251TTZpdMaopzVmLyyOKB7-jlArX4C-NSUE6EpP8NagpdC8Eo78srfbZj0uPO/s1600/tumblr_m0r2zmJro71r3x77fo1_500.jpg
Namun aku tidak bisa menyalahkanmu. Aku tidak berhak mengatakan kamu salah. Sedari awal, ini sepenuhnya salahku. Seandainya aku tidak membiarkan mu kembali, tentu akhirnya tak kan seperti ini. Karna ketika aku mengijinkanmu kembali, itu artinya aku memberikanmu kesempatan untuk menyakitiku lagi.
Aku minta maaf, jika dimasa lalu aku pernah melukai mu, hingga akhirnya kamu mungkin punya dendam, lalu membalasnya sekarang. Jika tujuanmu kembali adalah untuk mematahkan hatiku, selamat, kamu berhasil. Tapi jika tujuanmu adalah untuk membuatku terpuruk (lagi), maaf, kamu gagal. Karena setiap patah hati akan membuat aku semakin kuat. Dan patah hati dari mu yang dulu, sudah menguatkan aku seperti sekarang. Sakit, patah, luka, pasti iya. Tapi semuanya akan kembali menjadi baik baik saja. Segera.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjMqe3_QeaY2eznA0oaJkSZyYqii2xoNtJgeTpiADS1F4VC_poAYuyX9IpVGFhO8JIScjyh2fHTvLkLEQgV6nS10FcbFhfChzgqNZVkrbvrAHNwkfBtMYwdRY2rZZkpQ0rF0_knOhDlUOFH/s1600/20130311-155822.jpg

Maka hari ini, di hari kelahiranmu, aku menghadiahi mu maaf, sebaris doa, serta surat al fatikhah yang ku kirimkan di akhir doaku setiap selesai sholat hari ini. Biar aku dan Tuhan saja yang tahu apa yang aku minta. Dan kotak berhiaskan pita merah ini, ku biarkan tersimpan saja di loker ku. Bersama setiap kenangan bersama kamu.  Entah sampai kapan akan aku simpan. Entah sampai kapan aku akan merasa getir setiap kali membukanya. Ku biarkan waktu yang menjawab. Kata orang orang, waktu adalah penyembuh luka yang baik. Satu pelajaran paling berharga dari kamu adalah, tidak seharusnya seseorang diberi kesempatan berkali kali, baik untuk mencintai, maupun menyakiti. Karena ketika kamu membaca sebuah cerita, meskipun kamu mengulanginya dari awal, akhir ceritanya akan tetap sama, kalau tokohnya masih sama.

26’05’16

0 komentar:

Posting Komentar

 

Corat Coret Putri Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei